2 Usaha Dropship. Selanjutnya adalah usaha dropshipper. Jenis usaha rumahan untuk ibu rumah tangga ini juga termasuk yang banyak diminati. Pasalnya, memulai ide usaha ibu rumah tangga ini juga mudah, modal usaha sedikit, dan bisa dilakukan di rumah. Setelah muncul e-commerce, usaha dropshipper menjadi sangat menguntungkan. Sampahanorganik yang berasal dari rumah tangga desa Blimbingan bermacam-macam seperti sampah plastik bekas kemasan suatu produk keperluan rumah tangga, kresek, botol plastik aqua banyak sekali yang tidak dimanfaatkan dan hanya dibuang di tempat sampah. Warga desa Blimbingan, Baturan terutama ibu-ibu kurang sadar akan bahaya yang Permasalahanyang ada dimiliki ibu rumah tangga (ibu PKK) pada ibu Pkk Kelurahan Cempaka kelurahan Cempaka Putih serta Putih adalah kurangnya pembinaan 89 Loyalitas Kreativitas P-ISSN 2722-2101, E-ISSN 2722-4201 Program Studi Ekonomi Manajemen Universitas Abdi Masyarakat Kreatif Pamulang Jurnal LOKABMAS Kreatif Vol. 01, No. 01, Hal. 89- 95 pesertapelatihan yang mengikuti kegiatan tersebut. Sebagian besar peserta yang sebelumnya tidak memiliki ketermpilan membuat produk rajutan, setelah pelaksanaan kegiatan pelatihan mampu membuat produk rajutan. Para ibu rumah tangga juga merajut pada saat senggang setelah menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. Adapun adanyapelatihan untuk meningkatkan kemampuan ibu rumah tangga, kegiatan masyarakat (dawis, PKK, Posyandu, pengajian,dll) tidak diarahkan untuk meningkatkan ilmu dan kemampuan ibu rumah tangga dalam hal sumbangsihnya untuk meningkatkan ekonomi keluarga, kegiatan masyarakat yang berujung menjadi Lazismumenjalankan program pemberdayaan dengan mengadakan pelatihan ibu rumah tangga untuk dapat memproduksi material bahan ecoprint dengan bahan-bahan pewarna dan pola alami yang bisa didapatkan di sekitar. Pelatihan ini sudah dilaksanakan sejak tahun 2020 dan sudah diadakan di beberapa kota baik di Pulau Jawa, Aceh dan Batam. Hasil produksi Pelatihanyang diselenggarakan pemerintah Kota Kediri dan diikuti ibu-ibu rumah tangga tersebut untuk memberikan keterampilan menjahit yang dapat menjadi usaha sampingan guna membantu perekonomian keluarga. Sumber : Antara Foto Dapatkan Update Berita Republika ibu rumah tangga kursus menjahit menjahit pemkot kediri kediri BERITA TERKAIT Xv0o3q. This training is motivated by the situation of housewives who spend time with less useful activities. On the other hand, making bags and wallets by using makrame techniques is developing in the community. For that, it is necessary to provide training to housewives to increase knowledge and skills about makrame. The method used is training which is divided into two stages, namely the stage of giving material and practice guided by the PPM team and six tutors. Increased knowledge is obtained from the difference in scores of participants after pretest and post-test. The results of the pre-test showed that only eightparticipants who received a score of ? 60, at post-test increased to 22 participants who received a score of ? 60. The conclusion of this activity is the knowledge and skills of the trainees increased. Keywords Makrame, Art, Skills, Housewives Figures - available via license CC BY-SAContent may be subject to copyright. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free Dharma Raflesia Unib Tahun XVI, Nomor 2 Desember 2018 115 PELATIHAN KETERAMPILAN MAKRAME BAGI IBU-IBU RUMAH TANGGA DI KELURAHAN LINGKAR BARAT KOTA BENGKULU MAKRAME SKILLS TRAINING FOR HOUSEWIVES IN LINGKAR BARAT SUB-DISTRICT, BENGKULU CITY Oleh Dwi Anggraini, Hasnawati, Dalifa PGSD FKIP Universitas Bengkulu Email dwianggraini ABSTRACT This training is motivated by the situation of housewives who spend time with less useful activities. On the other hand, making bags and wallets by using makrame techniques is developing in the community. For that, it is necessary to provide training to housewives to increase knowledge and skills about makrame. The method used is training which is divided into two stages, namely the stage of giving material and practice guided by the PPM team and six tutors. Increased knowledge is obtained from the difference in scores of participants after pretest and post-test. The results of the pre-test showed that only eightparticipants who received a score of ≥ 60, at post-test increased to 22 participants who received a score of ≥ 60. The conclusion of this activity is the knowledge and skills of the trainees increased. Keywords Makrame, Art, Skills, Housewives PENDAHULUAN Saat ini di media sosial banyak informasi tentang cara membuat tas, dompet, gantungan dinding, kerai pintu ataupun jendela dari tali kur. Keterampilan membuat benda menggunakan tali kur ini disebut dengan makrame. Makrame adalah salah satu cabang seni rupa yang merupakan teknik tekstil tertua yang dibuat dengan cara menyimpul beberapa tali maupun benang menjadi suatu bentuk berpola dekoratif-geometrik Asriyani, 2013. Makrame merupakan keterampilan yang menarik dan dapat mengembangkan kreativitas, tidak membutuhkan biaya yang banyak, hanya membutuhkan ketekunan dan keuletan Muthi’ah, 2013. Hal ini sangat cocok apabila dilatihkan pada ibu-ibu rumah tangga yang saat ini lebih banyak menghabiskan waktu dengan “mengutak-atik” handphone HP dibandingkan menggunakan tangannya untuk mengembangkan kreativitas. Selain itu, mereka juga suka berkumpul tanpa melakukan aktivitas yang bermanfaat. Terkait dengan persoalan di atas, Trisnawati dkk 2018 dalam artikelnya yang berjudul “Pelatihan Membuat Tas Makrame Bagi Remaja Putus Sekolah di UPTD Bina Harapan Remaja Kota Padang Panjang” mengungkapkan bahwa pelatihan makrame ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja di UPTD Bina Harapan Remaja Kota Padang Panjang. Keterampilan makrame juga dapat menambah income generating. Pembuatan keterampilan makrame dengan model yang unik dan pemilihan warna yang menarik akan diminati oleh masyarakat. Ditambah lagi jika dikemas menggunakan packaging yang Dharma Raflesia Unib Tahun XVI, Nomor 2 Desember 2018 116 menarik. Tentunya hal ini dapat mengembangkan kreativitas sekaligus menambah uang belanja ibu-ibu rumah tangga, khususnya bagi ibu-ibu rumah tangga di Komplek Pepabri RT 14 dan RT 18 kelurahan Lingkar Barat Bengkulu. Hartati dan Kurniasari 2017, mengungkapkan bahwa setelah mendapatkan pelatihan kewirausahaan dan membuat tas dari tali kur dengan menggunakan teknik makrame, mahasiswa memiliki pemahaman tentang kewirausahaan dan jenis usaha yang berbasis kreativitas dan kerajinan tangan, salah satunya yaitu membuat tas dari tali kur dengan menggunakan teknik makrame. Ibu-ibu rumah tangga di Komplek Pepabri RT 14 dan RT 18 Kelurahan Lingkar Barat banyak menghabiskan waktu luangnya dengan berkumpul dan mengobrol. Hal ini terkesan membuang-buang waktu dengan kegiatan yang tidak bermanfaat. Di lain sisi, kebutuhan rumah tangga dan kebutuhan pribadi sebagai wanita sangat banyak. Sehingga diperlukan tambahan uang untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Sebagai wanita, ibu-ibu rumah tangga memerlukan kegiatan agar kebutuhan tersebut dapat terpenuhi secara mandiri tanpa meminta uang tambahan dari suami. Untuk itu dirasa sangat penting untuk diadakannya pelatihan keterampilan makrame bagi ibu-ibu rumah tangga di Komplek Pepabri RT 14 dan RT 18Kelurahan Lingkar Barat Kota Bengkulu, mengingat manfaat yang didapatkan melalui pelatihan ini sangat besar, maka diharapkan pelatihan dapat segera dilaksanakan agar mereka mendapatkan pengetahuan dan keterampilan tentang makrame dan memanfaatkan keterampilan tersebut untuk menambah income generating. METODE PENGABDIAN Kegiatan ini dilaksanakan sebanyak dua kali pertemuan, yaitu tanggal 29 Juli 2018 dan 5 Agustus 2018 pada 31orang ibu-ibu rumah tangga RT 14 dan RT 18 di Kelurahan Lingkar Barat Kota Bengkulu. Metode yang digunakan yaitu pelatihan yang dibagi menjadi dua tahapan yaitu tahap pemberian materi dan praktik pembuatan dompet makrame. Penyampaian materi mencakup teori-teori dan segala sesuatu terkait dengan makrame, seperti sejarah, simpul-simpil yang digunakan dalam makrame, alat dan bahan, serta contoh-contoh karya seni makrame. Setelah mendapatkan materi, tim PPM menyajikan vidoe tutorial cara menyimpul simpul persegi/simpul dasar dan simpul kait ganda/simpul lilit. Kemudian peserta dibagi menjadi enam kelompok untuk praktik membuat dompet makrame yang dipimpin oleh satu orang tutor per kelompok. Praktik membuat dompet makrame tidak dapat diselesaikan dalam satu kali pertemuan, maka peserta diperkenankan untuk melanjutkan pekerjaannya di rumah dan membawanya kembali pada pertemuan berikutnya. Disela pertemuan berjarak satu minggu, tim PPM memonitoring untuk melihat perkembangan peserta dalam membuat dompet makrame. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi untuk mengamati proses kegiatan pelatihan dimulai dari pemberian materi hingga praktik. Selain observasi, tes juga dilakukan untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta tentang makrame yang dilakukan sebanyak dua tahap, yaitu sebelum diberikan pelatihan pre-test dan setelah pelatihan diberikan pos-test. 117 Dharma Raflesia Unib Tahun XVI, Nomor 2 Desember 2018 HASIL DAN PEMBAHASAN Observasi Proses Pembuatan Dompet Makrame dari Tali Kur 1. Pemberian Materi Makrame Pelatihan keterampilan membuat dompet dari tali kur menggunakan teknik makrame dilaksanakan selama dua hari, yaitu hari 29 Juli 2018 dan 5 Agustus 2018 di gedung PNPM Komplek Pepabri Lingkar Barat. Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh 31 orang peserta yaitu ibu-ibu rumah tangga RT 14 dan RT 18 Kelurahan Lingkar Barat Bengkulu, dengan dibantu oleh 6 orang mahasiswa PGSD Universitas Bengkulu sebagai tutor yang telah dilatih sebelumnya. Kegiatan ini dibagi menjadi dua tahapan yaitu pemberian materi dan praktik membuat dompet dengan menggunakan teknik makrame. Sebelum pemberian materi, diadakan acara pembukaan yang dibuka secara resmi yang diwakili oleh ibu Ketua RT 14 Kelurahan Lingkar Barat. Pada tahap pertama dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 29 Juli 2018 pukul WIB s/ WIB. Tim PPM memberikan materi yang berkaitan dengan pengertian dan sejarah makrame, jenis-jenis simpul dan karya atau benda yang dapat dibuat dengan menggunakan teknik makrame. Pada tahap ini, peserta mendengarkan materi yang disampaikan oleh tim PPM dan dilakukan tanya jawab mengenai materi yang diberikan. Peserta tampak antusias. Makrame atau masyarakat umum mengenalnya dengan sebutan menyimpul menggunakan tali merupakan sesuatu yang sekarang sedang menjadi trend di masyarakat. Banyak orang menggunakan tas, dompet, gantungan dan aksesoris dari tali kuryang disimpul. Namun mereka belum mengetahui asal mula makrame tersebut. 2. Praktik Membuat Dompet Menggunakan Teknik Makrame Pada tahap kedua yaitu praktik membuat dompet. Sebelumnya, Tim PPM membagi peserta menjadi lima kelompok dan menempatkan satu orang tutor pada tiap-tiap kelompok. Setiap peserta telah mendapatkan alat dan bahan seperti tali 2 meter, inner dompet 20 cm x 10 cm, jarum dan benang. Tim PPM mempraktikkan terlebih dahulu macam-macam simpul yang akan digunakan dalam membuat dompet dan juga yang sering digunakan dalam membuat tas. Adapun simpul yang digunakan yaitu simpul persegi simpul dasar dan simpul kait ganda simpul lilit. Tim PPM mempratikkan simpul-simpul tersebut dengan menggunakan bantuan tayangan video tutorial yang telah dibuat sebelumnya. Namun penggunaan media video untuk menyampaikan materi simpul kurang efektif. Dengan kondisi seperti ini, keberadaan tutor dalam tiap kelompok sangat membantu. Pada tahap awal peserta membuat simpul dasar sebanyak 14 buah sebagai kepala dompet. 14 buah kepala tersebut terdiri dari 2 warna ungu/abu-abu dan 12 warna hitam. Simpul kepala yang sudah jadi kemudian disusun berjejer, dan dilanjutkan dengan menggabungkan simpul-simpil tersebut dengan menggunakan simpul dasar. Proses ini sudah di dampingi oleh tim PPM dan tutor. Dharma Raflesia Unib Tahun XVI, Nomor 2 Desember 2018 118 Gambar 1. Square Knot Simpul Persegi Asriyani, 2013 Gambar 2. Simpul Berbentuk Tikar Sebelum Disatukan dengan Inner Instan Sumber dokumentasi Dwi Anggraini Gambar 3. Pendampingan Tim PPM dan Tutor kepada Peserta Pelatihan dalam Membuat Simpul Persegi Kepala Sumber Dokumentasi Dwi Anggraini Dalam membuat dompet dengan inner instan ini dibuat dengan teknik tikar. Saat membuat kepala, hampir seluruh peserta dapat membuat kepala dengan mudah. Kepala dibuat menggunakan simpul persegi atau simpul dasar. Pada saat menyatukan dua buah kepala dengan simpul dasar, peserta mulai mengalami kesulitan. Peserta tidak konsisten melihat posisi tali yang akan disimpul, sehingga perlu beberapa kali bongkar pasang simpul. Namun demikian, peserta tetap memperbaiki simpul yang dibuat agar sesuai dengan yang diharapkan. Setelah tiga tingkat simpul dasar dari kepala samai simpul dasar, selanjutnya adalah menentukan tulang untuk melilitkan simpul kait ganda simpul lilit untuk membuat motif bunga melati pada dompet. Simpul kait ganda dilakukan berlawanan. Pada tahap ini hampir seluruh peserta merasa kesulitan dalam menentukan tulang dan melilitkan tali kur. Rata-rata mereka kesulitan memutuskan tali yang benar untuk dijadikan tulang dan melakukan lilitan yang benar ke kiri atau ke kanan. Gambar 4. DoubleHalf Hitch Simpul Kait Ganda Asriyani, 2013 Pertemuan hari Minggu tanggal 29 Juli 2018 selesai pada pukul WIB. Namun peserta belum berkeinginan beranjak dari tempat duduknya dikarenakan sedang asyik 119 Dharma Raflesia Unib Tahun XVI, Nomor 2 Desember 2018 membuat simpul. Peserta yang belum menyelesaikan simpulnya wajib menyelesaikan simpulnya di rumah. Selama peserta melakukan praktik membuat dompet,tim PPM melakukan pengamatan terhadap perkembangan keterampilan peserta. Tim melihat bahwa sebagian besar peserta mampu membuat simpul dasar awal kepala dan menyambungkan setiap kepala menjadi rangkaian utuh. Namun untuk menyimpul pada langkah selanjutnya, ada beberapa peserta yang sulit menemukan alur menyimpul sehingga harus selalu bertanya dengan tim. Walaupun demikian, ada juga beberapa orang peserta yang dengan mudah dapat memahami alur simpul dompet dan dapat menyelesaikan kegiatan menyimpul dengan baik. Tim PPM memonitoring kerja peserta yang diselesaikan di rumah. Pada hari Selasa tanggal 31 Juli 2018 pukul WIB, tim PPM mengumpulkan kembali peserta pelatihan di gedung PNPM untuk memantau perkembangan tugas yang telah diberikan. Kesulitan menentukan tulang untuk dijadikan motif tidak lagi dialami kebanyakan peserta, namun masih ada juga peserta yang kesulitan. Pertemuan kedua dilaksanakan pada tanggal 5 Agustus 2018 pukul WIB di gedung PNPM. Pada tahap ini, tim PPM membagikan inner dompet yang telah disediakan. Inner dompet ini merupakan inner instan berukuran 20x10 cm. setelah semua peserta mendapatkan inner, mereka mencocokkan simpul yang telah dibuat dengan inner yang didapat. Peserta yang menyimpul terlampau panjang, maka harus membuka kembali simpul tersebut agar sesuai dengan inner. Begitupun sebaliknya, peserta yang menyimpul namun belum sesuai dengan ukuran inner, maka harus menambah simpul terlebih dahulu. Setelah semua peserta menyesuaikan antara simpul dan inner, tim PPM membagikan gunting, korek, jarum, dan benang. Gunting digunakan untuk menggunting sisa tali kur yang terlampau panjang, korek digunakan untuk membakar dan mengelem tali yang sudah dipotong tadi agar tidak berantakan, serta jarum dan benang untuk menjahitkan atau menyatukan inner dan simpul. Pada saat menjahit, peserta lebih mudah melakukannya dibandingkan dengan membuat simpul. Peserta degan sigap mampu menyatukan simpul dan dompet, walaupun sesekali ada beberapa peserta yang bertanya karena tidak berani mengambil keputusan tentang cara menjahit inner dompet. Gambar 5. Dompet Makrame Sumber dokumentasi Dwi Anggraini 3. Tes Untuk mengukur pengetahuan peserta pelatihan membuat dompet berbahan tali kur menggunakan teknik makrame dilakukan tes sebanyak dua tahap. Tahap pertama tes dilakukan sebelum pelatihan dimulai pre-test dan tahap kedua setelah pelatihan dilaksanakan post-test. Dharma Raflesia Unib Tahun XVI, Nomor 2 Desember 2018 120 Berdasarkan pengolahan data, hasil tes dapat dirincikan pada tabel berikut ini. Tabel 1. Persentase Hasil Pre-test Guru Sasaran Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat bahwa sebagian besar peserta belum mengetahui tentang sejarah dan seluk beluk tentang karya makrame. Hal ini terlihat lebih dari 50% peserta mendapat nilai ≤ 59. Setelah diberikan pre-test, peserta diberikan materi tentang makrame serta praktik membuat karya makrame berupa dompet dengan menggunakan bahan tali kur. Di akhir kegiatan peserta diberikan posttest untuk melihat tingkat keberhasilan pengetahuan peserta terhadap keterampilan makrame. Adapun hasil post-test dapat dilihat pada tabel berikut ini. Tabel 2. Persentase Hasil Post-test Guru Sasaran Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat bahwa lebih dari 50% peserta pelatihan mencapai nilai ≥ 60, artinya guru sasaran sudah memahami tentang segala sesuatu tentang karya makrame. Pembahasan Makrame merupakan istilah yang baru bagi khalayak sasaran kegiatan PPM ini, tetapi tidak untuk kerajinan membuat tas, dompet atau segala sesuatu yang berkaitan dengan tali kur. Kerajinan makrame dapat digunakan sebagai benda fungsional berupa aksesori aksesori rumah/aksesori busana Sartini, 2011. Seperti halnya kerajinan membuat tas atau dompet dengan menggunakan tali kur sebagai bahan utama sudah banyak diminati khalayak ramai dan sudah ada komunitas yang memfailitasi untuk mengadakan pelatihannya dengan membayar sejumlah biaya. Hanya saja peserta belum memiliki kesempatan dan biaya untuk mengikuti pelatihan. Hal ini dikarenakan biaya pelatihan tersebut tergolong mahal untuk ibu-ibu rumah tangga dengan kelas ekonomi menengah ke bawah. Oleh sebab itu, peserta pelatihan sangat antusias dengan adanya pelatihan membuat dompet dari tali kur dengan menggunakan teknik makrame. Makrame merupakan bagian dari seni rupa. Makrame menggunakan unsur seni rupa yang dapat dinikmati oleh mata dan diapresasi. Hal ini sejalan dengan pendapat Sumanto 2011, yang mengatakan bawa seni rupa merupakan cabang seni yang penciptaanya menggunakan elemen atau unsur seni rupa dan dapat diapresiasi oleh panca indera. Dalam hal ini, makrame merupakan seni rupa terapan yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari yang termasuk dalam seni kerajinan/kria. Berdasarkan hasil observasi, pengetahuan dan keterampilan peserta dalam membuat karya makrame meningkat. Hal ini dibuktikan dengan adanya pretest dan post-test yang diberikan kepada khalayak sasaran. Hasil pretest menunjukkan lebih 50% peserta belum memiliki pengetahuan tentang makrame. Hal ini dapat dirincikan sebagai berikut 1 sebanyak 8 orang peserta atau 25,8% mendapat skor ≥ 60, dan 2 sebanyak 23 orang peserta atau 74,19 % mendapat skor ≤ 59. Setelah diberikan materi pelatihan dan praktiknya, terdapat peningkatan hasil tes, yaitu lebih dari 50% telah memiliki pengetahuan tentang makrame dengan rincian sebai berikut 1 sebanyak 22 orang peserta 121 Dharma Raflesia Unib Tahun XVI, Nomor 2 Desember 2018 atau 70,97 % mendapat skor ≥ 60, dan 2 sebanyak 9 orang peserta atau 29,03% mendapat skor ≤ 59. Dengan demikian pengetahuan peserta terhadap makrame meningkat sebanyak 45,17%. Setelah mendapatkan materi, peserta kemudian praktik membuat karya makrame yaitu dompet. Menurut Soemarjadi 1992, proses pembuatan karya makrame terdiri dari proses periapan desain motif, persiapan bahan, persiapan alat dan terakhir proses menyimpul. Tahap pertama yaitu menentukan motif. Motif yang dibuat yatu motif melai. Motif ini ditentukan oleh tim PPM. Tim memilihkan motif yang sedikit dan sederhana. Karena peserta belum mengetahui motif apa yang mudah untuk pemula. Tahap kedua yaitu menyiapkan alat dan bajan. Adapun bahan yang digunakan yaitu tali kur warna hitam ungu dan hitam abu-abu dan inner instan. Alat yang digunakan yaitu jarum dengan ukuran besar, benang, gunting, dan korek api. Karya yang dibuat yaitu dompet. Langkah selanjutnya yaitu membuat simpul. Untuk membuat motif melati simpul yang digunakan yaitu simpul kait ganda/simpul lilit dan juga simpul persegi/simpul dasar. Namun secara keseluruhan simpul yang dominan digunakan yaitu simpul persegi/dasar. Simpul kait ganda berperan membentuk motif. Langkah terakhir adalah finishing yaitu menyatukan tali kur yang telah disimpul dengan inner instant yang sudah disiapkan. Simpul-simpul tali kur membentuk garis. Pada karya makrame dompet yang dibuat, garis yang digunakan yaitu garis lengkung dan garis lurus. Menurut Aminuddin 2009, garis terdiri dari garis lurus berkesan tegas dan keras, garis lengkung berkesan lembut dan lentur, dan garis spiral atau pilin berkesan luwes. Garis lurus terlihat pada pola bunga melati warna ungu/abu-abu dan garis-garis yang diciptakan antara simpul persegi. Selain garis, karya makrame menggunakan warna, antara lain hitam, abu-abu dan ungu. Warna-warna yang digunakan tidak tergolong pada warna primer. Karena menurut Aminuddin 2009, warna primer terdiri dari kuning, merah dan biru. Sedangkan warna sekunder adalah perpaduan dari dua warna seperti hijau, ungu dan lain sebagainya. Pada karya dompet makrame yang dibuat, tekstur dompet dapat terasa. Tekstur semacam ini disebut dengan tekstur nyata, yaitu tekstur yang dimiliki oleh sebuah hasil karya seni antara indera peraba dan penglihatan terasa sama. Tekstur merupakan sifat dan keadaan permukaan bidang benda Kamaril, 2006. Tekstur dompet makrame cenderung kasar atau tergantung pada tekstur tali kurnya. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan pelatihan yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan sebagai berikut. a. Ibu-ibu rumah tangga RT 14 dan RT 18 Kelurahan Lingkar Barat Bengkulu memiliki pengetahuan tentang makrame. b. Ibu-ibu rumah tangga RT 14 dan RT 18 Kelurahan Lingkar Barat Bengkulu memiliki keterampilan dalam membuat dompet menggunakan teknik makrame. Saran Adapun saran yang dapat diberikan berdasarkan kegiatan pelatihan yang telah dilaksanakan adalah sebagai berikut. a. Keterampilan makrame membutuhkan teknik dan keterampilan yang baik. Dengan demikian, dibutuhkan waktu yang banyak agar peserta mahir dalam membuat keterampilan makrame. Dharma Raflesia Unib Tahun XVI, Nomor 2 Desember 2018 122 b. Jika menggunakan inner instan, maka sebaiknya inner tersebut diberikan di awal pelatihan agar peserta dapat menentukan seberapa banyak simpul yang perlu dibuat untuk membuat dompet dengan menggunakan inner instan. Hal ini lebih efektif agar tidak terjadi bongkar pasang dalam menyimpul. DAFTAR PUSTAKA Aminuddin, 2009, Apresiasi dan Ekspresi Seni Rupa, Bandung Puri Pustaka. Asriyani, I, 2013, Inspirasi Makrame,Surabaya Tiara Aksa. Hartati, I, & Kurniasari, L. 2018. Penumbuhkembangan jiwa kewirausahaan mahasiswa melalui pelatihan teknik dasar makrame dalam pembuatan tas dari talikur. Abdimas Unwahas, 21. Kamaril, C, 2006, Pendidikan Seni Rupa/Kerajinan Tangan, Modul Universitas Terbuka. Jakarta Universitas Terbuka. Muthi’ah, W, 2013, Teknik Makrame Dalam Tren Fashion, Jurnal Serat Rupa, Vol. 1, Hal 35-46. Sartini, 2011, Pengembangan Modul Kerajinan Makrame Untuk Pembelajaran Keterampilan PKK Di SMP Negeri 1 Yogyakarta, Laporan Penelitian, Program Studi Pendidikan Teknik Busana Universitas Negeri Yogyakarta. Soemarjadi, Ramanto, M, & Zahri, W, 1992, Pendidikan Keterampilan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Proyek Pembinaan Tenaga Kerja Kependidikan. Sumanto, 2011, Pendidikan Seni Rupa Di Sekolah Dasar, Malang Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Trisnawati, D, Ranelis, R., Wendra, W, Prasilia, L, Ediantes, E, 2018, Pelatihan Membuat Tas Makrame bagi Remaja Putus Sekolah Di UPTD Bina Harapan Remaja Kota Padang Panjang, Batoboh, 32, 128-136. 123 Dharma Raflesia Unib Tahun XVI, Nomor 2 Desember 2018 Lampiran SOAL PRETEST/ POSTEST Berilah tanda silang pada jawaban yang benar di lembar jawaban yang disediakan! 1. Untuk membuat benda hias bisa menggunakan teknik simpul yang dinamakan .... A. Menghias B. Merangkai C. Meronce D. Makrame 2. Makrame berasal dari bahasa ... A. Arab B. Spanyol C. Turki D. Inggris 3. Makrame berarti .... A. Songketan B. Rajutan C. Bordiran D. Rumbai-rumbai 4. Di bawah ini alat yang digunakan untuk pembuatan karya makrame adalah .... A. Tali B. Manik-manik C. Gunting D. Penjepit 5. Bahan utama pembuatan karya makrame .... A. Penjepit B. Manik-manik C. Tali D. Penyanggah 6. Teknik yang digunakan dalam pembuatan karya makrame adalah .... A. Pilin B. Rajut C. Anyam D. Simpul 7. Bahan alami untuk membuat makrame yaitu .... A. Tali ijuk B. Akar beringin C. Kulit kerang D. Kulit waru 8. Ayunan untuk bersantai yang dibuat dengan teknik makrame memiliki nilai.... A. Kecantikan B. Keindahan saat digunakan C. Kenyamanan D. Keanggunan 9. Ibu Susilawati membuatan gantungan kunci dengan menggunakan bahan utama berupa tali berwarna-warni, dia menggunakan teknik .... A. Meronce B. Merangkai C. Makrame D. Menghias 10. Kita bisa membuat keranjang bola pada kerajinan makrame dengan menggunakan teknik .... A. Simpul mati B. Anyam C. Pilin D. Rajut 11. Tali yang cocok untuk makrame memiliki ciri-ciri sebagai berikut .... A. Kuat pilinannya B. Mulur C. Kaku D. Cepat mudah putus 12. Benda kerajinan makrame dapat pula dihias dengan ..... A. Manik-manik B. Gesper C. Bulatan-bulatan kecil D. Semua benar 13. Bagaimana ciri-ciri tali yang cocok untuk makrame.... A. Mudah dibentuk B. Tidak kaku C. Tidak mudah mutus D. Semua benar Dharma Raflesia Unib Tahun XVI, Nomor 2 Desember 2018 124 14. Tali jala bisa dipakai untuk...... A. Materi buatan untuk meronce B. Materi alami untuk meronce C. Materi buatan untuk makrame D. Materi buatan untuk makrame 15. Penentu kualitas kerajinan makrame adalah ... A. Material B. Kerapian C. Keunikan karya D. Semua benar. 16. Di bawah ini beberapa hasil kerajinan yang dibuat dengan menggunakan teknik makrame adalah ... A. Mantel baju B. Keset kaki C. Souvenir D. Semua benar 17. Makrame termasuk kedalam jenis kerajinan .... A. Emas dan perak B. Kulit C. Tekstil D. Keramik 18. Gambar di atas merupakan salah satu gambar simpul pembuat karya makrame yaitu simpul ..... A. Kepala B. Mati C. Kait ganda D. Persegi 19. Perhatikan langkah-langkah pembuatan karya makrame di bawah ini! 1. Menyiapan alat dan bahan. 2. Finishing. 3. Menyimpul tali dengan menggunakan simpul makrame. 4. Membuat desain karya. 5. Memotong tali sesuai dengan ukuran yang diinginkan. Susunan yang benar dari langkah-langkah pembuatan karya makrame adalah .... A. 1, 4, 3, 5, dan 2 B. 1, 4, 5, 3, dan 2 C. 4, 1, 3, 5, dan 2 D. 4, 1, 5, 3, dan 2 20. Banyak simpul yang digunkan dalam pembuatan sebuah benda hias adalah ..... A. Semua simpul B. 3 sampai 4 simpul C. Salah satu simpul D. Tidak dibatasi jumlah simpul 125 Dharma Raflesia Unib Tahun XVI, Nomor 2 Desember 2018 ... Bahan utama pembuatan makrame adalah macam-macam jenis tali, diantaranya adalah tali yang bahan dasarnya serat tumbuhtumbuhan seperti tali goni dan ijuk, kemudian ada juga tali yang bahan dasarnya dari bulu hewan seperti tali mool, selain itu ada juga tali yang berasal dari serat sintetis seperti tali nilon. [8] Produk macramé yang dihasilkan oleh ibu-ibu ini cukup beragam, mulai dari gantungin kunci, strap mask, kipas, dompet, clutch dan tas. Hasil kerajinan tangan ini, biasanya di promosikan di beberapa pameran dan juga dititipkan di toko oleh-oleh yang ada di Kota Bandung. ...Hani IrmayantiSri NurhayatiRiani LubisPermasalahan yang ada pada mitra adalah mitra belum mengetahui bagaimana pemanfaatan teknologi untuk promosi dan penjualan hasil kerajinan makrame. Mitra juga kesulitan dalam membuat branding produk, sehingga masih kesulitan dalam memperkenalkan produk kerajinan tangan yang mereka buat ke masyarakat luas. Tujuan dilaksanakan Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat ini adalah Memperkenalkan penggunaan teknologi sebagai media untuk melakukan promosi dan penjualan produk serta memberikan informasi bagaimana cara membangun kekuatan branding produk dengan media sosial Instagram. Media social Instagram akan digunakan dalam proses promosi ini, karena sekarang media ini penggunanya cukup banyak dari semua kalangan, tidak hanya digunakan untuk kepentingan probadi, akan tetapi digunakan juga untuk bisnis. Metode yang akan digunakan dalam kegiatan ini adalah pembekalan materi untuk menjelaskan apa itu media sosial Instagram, bagaimana cara menggunakan media sosial tersebut, selain itu juga dilakukan pelatihan terhadap Ibu-Ibu di Kelurahan Kebonwaru Kota Bandung dalam melakukan pembuatan akun Instagram. Kemudian pelatihan dalam penggunaan Instagram untuk kegiatan promosi dan penjualan. Selain itu juga pelatihan dalam branding produk yang akan di promosikan dalam dilaksanakannya kegiatan Pengabdian dan pemberdayaan pada masyarakat ini, Ibu-Ibu di lebih peham penggunaan media sosial Instagram dan juga lebih memahami lagi bagaimana cara memasarkan produk mereka di media sosial jiwa kewirausahaan mahasiswa melalui pelatihan teknik dasar makrame dalam pembuatan tas dari talikurI HartatiL KurniasariHartati, I, & Kurniasari, L. 2018. Penumbuhkembangan jiwa kewirausahaan mahasiswa melalui pelatihan teknik dasar makrame dalam pembuatan tas dari talikur. Abdimas Unwahas, 21.Pendidikan Seni Rupa/Kerajinan TanganC KamarilKamaril, C, 2006, Pendidikan Seni Rupa/Kerajinan Tangan, Modul Universitas Terbuka. Jakarta Universitas Makrame Dalam Tren FashionW Muthi'ahMuthi'ah, W, 2013, Teknik Makrame Dalam Tren Fashion, Jurnal Serat Rupa, Vol. 1, Hal Modul Kerajinan Makrame Untuk Pembelajaran Keterampilan PKK Di SMP Negeri 1 Yogyakarta, Laporan PenelitianSartiniSartini, 2011, Pengembangan Modul Kerajinan Makrame Untuk Pembelajaran Keterampilan PKK Di SMP Negeri 1 Yogyakarta, Laporan Penelitian, Program Studi Pendidikan Teknik Busana Universitas Negeri TrisnawatiR RanelisW WendraL PrasiliaE EdiantesTrisnawati, D, Ranelis, R., Wendra, W, Prasilia, L, Ediantes, E, 2018, Pelatihan Membuat Tas Makrame bagi Remaja Putus Sekolah Di UPTD Bina Harapan Remaja Kota Padang Panjang, Batoboh, 32, 128-136. Co Founder Cristian Kustedi, Vice Director Busness Development Media Ferry, QNB Process Improvement Hartadi Alamsyah dan GM Marketing Communication Dewi Hendrati saat peluncuran produk di Jakarta, Kamis 9/3. Yuniar Jakarta - Pandemi Covid-19 masih melanda Indonesia dengan pertambahan jumlah pasien positif yang kian tinggi. Selain kesehatan, kondisi ekonomi turut terpukul hingga minus di kuartal kedua. Beragam program percepatan pemulihan ekonomi diadakan oleh pemerintah dan pihak swasta, termasuk para pelaku usaha. Kisah Rio Prasetio, Sukses Bisnis Kanopi dengan Sasar Sejumlah Perumahan Elit Surabaya Sandiaga Apresiasi Program Wirausaha Baru dan Perempuan Pengusaha Depok Entrepreneurship adalah Istilah Lain dari Kewirausahaan, Pahami Pengertiannya Melansir laman Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan digitalisasi UMKM adalah kunci pemulihan ekonomi. Sejalan dengan ini, Dusdusan selaku platform reseller bisnis online di Indonesia berkolaborasi dengan Yayasan Cinta Anak Bangsa YCAB mengadakan Program Mentoring Dusdusan x YCAB. CEO & Co-Founder Christian Kustedi menjelaskan bahwa program pelatihan kewirausahaan digital ini diadakan untuk meningkatkan pengetahuan ibu rumah tangga terkait digital, bagaimana mereka memasarkan produk secara onlinesehingga tetap produktif mendapatkan penghasilan tambahan di masa pandemi. “Program mentoring ini dijalankan selama 8 minggu untuk ibu rumah tangga yang berada di bawah naungan YCAB. Mentor-nya sendiri adalah reseller Dusdusan, ibu rumah tangga yang berpengalaman dan sukses merintis bisnis melalui platform Dusdusan,” ujar Christian. Dalam batch atau grup awal, sebanyak 150 ibu rumah tangga anggota YCAB telah berpartisipasi. Materi yang diberikan meliputi perkenalan dunia digital, pemanfaatan fitur Dusdusan, dan bagaimana cara memasarkan produk secara online dan offline. Program mentoring Dusdusan diadakan melalui Whatsapp group. Setiap harinya mentor akan mengirimkan materi harian yang telah disusun untuk para partisipan. Disediakan pula jam khusus untuk diskusi terkait materi tertentu. “Pelatihan digitalisasi ini sifatnya berkelanjutan, akan ada batch atau grup berikutnya. Dan dapat diikuti oleh siapa saja yang ingin belajar bisnis, mengingat sekarang sebagian besar transaksi jual beli berlangsung secara online,” tutup Christian. Selain anggota YCAB, program mentoring telah diikuti oleh ratusan reseller Dusdusan. Saat ini telah terselenggara 7 batch kelas mentoring dengan pendaftaran melalui website Dusdusan. ** Saksikan "Berani Berubah" di Liputan6 Pagi SCTV setiap Senin pukul WIB, mulai 10 Agustus 2020Saksikan Video Pilihan di Bawah IniBerawal dari usaha untuk mengangkat perekonomian keluarga salah seorang warga kampung ketandan,surabaya mampu membuka lapangan kerja membuat kue nastar puluhan bagi ibu rumah Rumah Tangga dan Pekerja yang Kena PHK Bisa Dapat KURIbu rumah tangga menyelesaikan pembuatan boneka adat Indonesia di Ammie Dolls, Kawasan Depok, Kamis 13/08/2020. UMKM binaan Pertamina ini sebelum masa pandemi mampu menghasilkan 200 pasang boneka tiap bulannya dengan harga antara 135 ribu hingga Rp 200 ribu per pasang. BasukiRapat Koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyetujui adanya penciptaan skema Kredit Usaha Rakyat KUR baru untuk ibu rumah tangga dan pekerja yang terkena PHK. Selain itu, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Iskandar Simorangkir mengatakan pemerintah akan memperpanjang tambahan subsidi bunga 6 persen sampai dengan akhir Desember 2020. “Ketiga, komite pembiayaan juga menyetujui tambahan plafon sebesar Rp 22 triliun yang diajukan oleh 2 Bank terbesar di Indonesia,” sebut Iskandar dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Koordinasi tentang Kredit Usaha Rakyat KUR, Kamis 13/8/2020. Sampai dengan 31 Juli 2020, Kemenko Perekonomian mencatat realisasi KUR sebesar Rp 89,2 triliun. Kredit tersebutdiberikan kepada 2,67 juta debitur. “Ternyata covid-19 telah mengakibatkan penyaluran KUR tersendat. Dengan mencapai titik terendahnya di bulan Mei sebesar Rp 4,75 triliun,” kata Iskandar. Namun demikian, secara bertahap penyaluran KUR telah meningkat kembali dengan penyaluran JUni Rp 10,45 triliun, dan berlanjut pada Juli sebesar Rp 13 triliun. Penyaluran KUR ini masih didominasi untuk skema KUR mikro 71,82 persen senilai Rp 64,1 triliun, KUR kecil 27,8 persen atau Rp 24,8 triliun, dan KUR TKI 0,34 persen sebesar Rp 301 Pemulihan Ekonomi, Pemerintah Perluas Sasaran Penerima KURIbu rumah tangga menyelesaikan pembuatan batik kembang mayang di Kampung Batik, Kelurahan Larangan Selatan, Kota Tangerang, Banten, Rabu 26/8/2020. Di tempat yang menjadi destinasi wisata tersebut kita bisa melihat langsung pembuatan dan mengikuti pelatihan membatik. NarwokoSebelumnya, pemerintah terus berupaya mempercepat pemulihan ekonomi nasional. Salah satunya dengan mempercepat penyaluran Kredit Usaha Rakyat KUR bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah UMKM dengan memperluas target calon penerimanya. Termasuk kepada organisasi keagamaan, seperti Pemuda Muhammadiyah. "Bentuk dukungan pemerintah antara lain berupa tambahan subsidi bunga, penundaan angsuran pokok, kredit modal kerja berbunga murah, penjaminan kredit dan insentif pajak,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat acara Penyaluran KUR bagi UMKM Anggota Pengurus Pusat PP Pemuda Muhammadiyah dan Peresmian Kios Warga Pemuda Muhammadiyah WargaMU di Kotagede, Yogyakarta, Sabtu 8/8/2020. Menurut Airlangga, pandemi Covid-19 bukan hanya berdampak pada aspek kesehatan. Tetapi juga telah meluas ke aspek sosial dan ekonomi masyarakat. Sehingga, penanganannya tak bisa dari segi kesehatan saja, namun harus beriringan dengan ekonomi. Untuk itu, pemerintah akan tetap menjaga keseimbangan antara menjaga kesehatan masyarakat dan mata pencaharian hidup. Diantaranya dengan menjaga keberlangsungan operasional UMKM yang selama beberapa bulan terakhir menurun omzetnya akibat pandemi Covid-19. Kepada UMKM, pemerintah telah mengalokasikan sebesar Rp 123,46 triliun yang termasuk dalam anggaran penanganan Covid-19 sebesar Rp 695,20 triliun. UMKM menjadi salah satu fokus prioritas pemerintah dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional PEN mengingat peranan pentingnya terhadap perekonomian, khususnya kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto PDB dan tenaga kerja. “Jumlah pengusaha UMKM ini dapat didorong berdasarkan nama, alamat dan jenis usaha. Jadi pemerintah bisa mengakselerasi agar UMKM bisa menjadi motor penggerak dan pengungkit perekonomian nasional,” tutur Menko Airlangga. * Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan. Di zaman serba digital sekarang ini, jika Bunda bisa mengikuti kursus online untuk ibu rumah tangga tentu jauh lebih fleksibel. Dengan materi yang sama saat bertatap muka langsung, kursus online bisa disesuaikan dengan jadwal kita mengurus anak, rumah tangga, bekerja, dan family time. Terlebih banyak juga yang menyediakan kelas bukan real time, jadi kita bisa menyimak materi saat benar-benar terlepas dari pekerjaan atau rumah tangga. Biasanya kelas online akan dimulai dengan membuat grup antara guru dan peserta, melalui aplikasi Whatsapp atau Telegram. Setelah itu, kita juga bisa mengulang materi yang diberikan dan bertanya kepada guru/ tutor/ coach jika ada pertanyaan dan kendala. Ada juga yang sesekali mengadakan meeting online bersama guru dan peserta lainnya. Sekarang banyak lho, Bunda, kursus online yang bermanfaat untuk sekadar menambah ilmu, mengasah skill, atau juga untuk menghasilkan cuan. Kita juga bisa memperluas jaringan dan pertemanan kita di dunia maya, lho. Meski belum bertemu, bisa juga akrab dengan peserta kursus lainnya, kok. Berikut ini 4 rekomendasi kursus online untuk ibu rumah tangga yang bisa Bunda ikuti. 1. Kursus menggambar digital Unsplash/ Kelly Sikkema Kemampuan menggambar memang kadangkala dihubungkan dengan bakat alami seseorang. Namun, tak ada salahnya kita belajar menggambar dari pakarnya. Saya yakin, kalau semakin sering berlatih, kemampuannya pasti lebih terasah. Menggambar digital juga bukankah hal yang mudah karena ada teknik-teknik khusus yang harus dipelajari dan dipahami. Biasanya di kursus menggambar ini, akan diajarkan dasar membuat sketsa, menyimpan layer, teknik pewarnaan, sampai finishingnya. Materi yang dibagikan berupa video dan dokumen. Yang pertama dilakukan adalah menyimak video, membaca materinya, barulah mencoba menggambar. Ada tugas menggambar yang diberikan dan guru akan mengomentari kekurangan gambar kita. Pokoknya bisa juga curhat soal kendala pembuatannya. Selain penggambaran, ada juga kursus online yang materinya menjual hasil gambar digital kita. Akan diajarkan bagaimana cara membuat akun di PNG Tree, Microstok, dan platform jual gambar lainnya. Juga diajarkan bagaimana membuat PayPal, menyairkan uang hasil jualan tersebut, dll. Biasanya uang diperoleh setiap ada individu yang mengundung gambar digital kita. Untuk pemula, memang sebaiknya kita belajar dari dasar bersama teman-teman pemula lainnya. Barulah kalau sudah paham tekniknya, kita bisa mengikuti kursus lanjutan atau ikut kursus menggambar lain sesuai selera gambar yang kita inginkan. Artikel terkait 20 Inspirasi Jualan atau Bisnis Rumahan yang Sukses, Laris, dan Populer Unsplash/ Nick Morrison Ada banyak sekali kursus menulis yang bisa kita temukan di iklan Facebook atau Instagram dan platform lainnya, lho, Bunda. Novelis maupun penulis terkenal pun ikut membuka kursus ini, lho. Selain untuk menyapa para penggemarnya, mereka menggunakan kursus ini untuk membagikan ilmu bagaimana caranya menulis yang berbobot, seperti mereka. Kursus menulis ini setidaknya ada dua jenis, yakni menulis fiksi dan non fiksi. Fiksi pun masih dipecah menjadi menulis cerpen, puisi, atau novel. Untuk non fiksi juga ada bermacam jenis tulisannya, misalnya esai/ opini, tulisan informatif catatan perjalanan, laporan, review, dll. Sama seperti kursus menggambar digital, kursus menulis pun kebanyakan bukan real time. Kita bisa berkali-kali memutar video maupun materi tertulis dan bertanya kepada gurunya. Kita juga akan memiliki teman sekelas yang bisa saling berbagi, misalnya bagaimana cara mencari ide, menuangkannya dalam tulisan, kendala-kendala membagi waktu, dll. Biasanya ada tugas praktik yang akan dikoreksi oleh guru/tutornya. Sesekali meeting online dengan guru dan peserta lainnya juga sangat menyenangkan. Tulisan bisa dikirim ke media cetak maupun online, sehingga kita bisa mendapat cuan kalau tulisan kita dimuat. Akan tetapi, terlepas ada tidaknya cuan, ide atau gagasan kita bisa tersampaikan dan dibaca orang lain saja, itu sudah sangat membahagiakan, lho, Bun. Artikel terkait Tips Bagi Ibu yang Bekerja untuk Menyeimbangkan Kehidupan Karir dan Keluarga 3. Kursus bahasa asing Unsplash/ Christina Kursus bahasa asing juga sekarang bisa dilakukan dengan online lho, Bunda. Meski ada beberapa kelas yang bukan real time, ada juga kursus yang menyediakan pertemuan wajib temu muka melalui aplikasi meeting online. Bagaimana pun juga belajar bahasa membutuhkan kesempatan kita untuk mendengarkan pelafalan bahasa asing yang benar dan kita juga harus berlatih melafalkannya. Biaya yang ditawarkan beragam, tergantung jenis bahasa dan tingkat kesulitannya. Biasanya kelas pemula dibuat semenarik mungkin agar orang tertarik mempelajari bahasa baru tersebut, juga dengan meeting online. Baru kalau sudah mempelajari level berikutnya, tanpa meeting online pun masih bisa paham. Kalau kita sudah menguasai suatu bahasa, tentu kita bisa menjadi penerjemah, baik lisan maupun tulisan. Sekarang banyak tawaran pekerjaan dalam bidang bahasa ini, lho, baik pekerjaan tetap maupun freelance. 4. Kursus fotografi Unsplash/ Ralph Ravi Kayden Ada bermacam-macam teknik pengambilan foto yang digunakan untuk berbagai tujuan lho, Bunda. Meski selain memang harus bermodal kamera, kita juga harus belajar teknik pengambilan yang sangat penting. Dalam foodphotography atau foto tentang makanan, misalnya, menuntut sang fotografer paham berbagai angle dan teknik yang bisa digunakan agar makanan tersebut terlihat lebih enak dan menarik. Meski ada sesi meeting onlinenya, materi tentang teori teknik fotografi, dll. biasanya akan dibagikan melalui grup Whatsapp atau Telegram. Diskusi bersama guru/tutor dan peserta kursus lainnya juga tersedia. Kalau sudah jago memotret dan banyak portofolio yang bisa kita pamerkan, pastinya job akan datang kepada kita lho, Bun. Artikel terkait 21 Peluang Usaha Rumahan dengan Modal Kecil, Tambah Penghasilan Keluarga Sebenarnya banyak yang bilang kalau keempat kursus di atas bisa saja dipelajari secara otodidak, melalui buku, video gratis, atau materi pdf gratis di internet. Akan tetapi, menurut saya, lebih baik belajar kepada ahlinya, setidaknya kita mendapat tips sehingga bisa segera mengatasi kesulitan dan kendala yang dihadapi dari orang yang sudah berpengalaman di bidangnya. Dibanding menghadiri pertemuan dengan tatap muka yang kadang merepotkan bagi ibu pekerja maupun ibu rumah tangga, mengikuti kursus secara online ini jauh lebih fleksibel kok, Bun. Ilmunya sama-sama berbobotnya. Tertarik ikut salah satu kursus online untuk ibu rumah tangga tersebut, Bunda? Banyak informasinya di internet kok, Bun. Bisa dicoba sesuai minat dan hobinya. Tidak ada kata terlambat untuk belajar hal baru. Ditulis oleh Primasari N. Dewi, UGC Contributor Artikel UGC lainnya 3 Tips Cermat Hadapi Hoaks Vaksinasi COVID-19 untuk Anak Usia 6-11 Tahun Aturan Pembelajaran Tatap Muka PTM 100% Bikin Orangtua Gelisah 10 Jenis Les atau Kursus yang Sebaiknya Ditawarkan kepada Anak Sejak Kecil Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan opini & pendapat dalam artikel ini merupakan pandangan pribadi milik penulis, dan sama sekali tidak mewakilkan theAsianparent atau klien tertentu. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Pandemi Covid-19 yang melanda lebih dari dua tahun telah memberikan dampak negatif dengan menurunnya laju pertumbuhan ekonomi di masyarakat. Oleh sebab itu, perlu dilakukan upaya untuk pemberdayaan kepada ibu-ibu rumah tangga melalui kegiatan kewirausahaan agar dapat mandiri secara 05/03, Tim Abdimas dari Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UPN "Veteran" Jawa Timur melakukan program pemberdayaan dan pendampingan kepada 15 ibu rumah tangga yang dilaksanakan di RW 5 Desa Tropodo, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilakukan dengan memberikan pelatihan membuat sabun atau deterjen cair dengan target ibu rumah tangga di wilayah Dra. Susi Hardjati, selaku ketua tim abdimas pengabdian masyarakat menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu rumah tangga agar dapat membangun semangat wirausaha dalam hal pembuatan sabun cair home made. "Harapan saya agar ibu-ibu di RW 5 dapat lebih mandiri secara finansial dan meningkatkan kewirausahaan dengan misalnya berjualan sabun cair home made dan bisa lebih menghemat pengeluaran rumah tangga.", ungkap Susi Hardjati selaku pelaksana pelatihan. Ibu-ibu peserta kegiatan abdimas ini tampak sangat antusias dalam mengikuti pelatihan pembuatan sabun cair yang dilaksanakan di Balai RW 5, Desa Tropodo. Bu titin, salah satu peserta dalam pelatihan ini mengungkapkan bahwa selain menambah pengetahuan, ibu-ibu dapat menjadikan pelatihan ini untuk membuka peluang usaha pada industri rumah tangga dan dapat membantu ekonomi keluarga. Dokpri "Saya senang mengikuti pelatihan ini karena dapat menambah pengetahuan bagi saya dan bagi ibu-ibu dilingkungan sini. Saya juga ingin membuat sendiri dan menjualnya, lumayan bisa untuk menambah pemasukan" ujar Titin, peserta pelatihan sabun cair home pelatihan ini mengajak ibu-ibu rumah tangga agar dapat membuat sabun cair sendiri untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari serta dapat dijadikan sebagai usaha atau industri rumah tangga. Susi Hardjati. Lihat Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya Assalamualaikum Saya paling tidak suka ketika ada perempuan, wanita, ibu rumah tangga sama saja sih jenis kelaminnya yang mengatakan, “Saya cuma ibu rumah tangga.” CUMA itu kesannya merendahkan dirinya sendiri. Banyak yang merasa tidak berdaya, minder, malu dengan status sebagai ibu rumah tangga. Ada apa dengan ibu rumah tangga? Salahkah status ibu rumah tangga? Tidak! Saya percaya setiap manusia dianugerahi keistimewaan. Mungkin saja orangnya belum paham. Jadi merasa seperti hidupnya begitu-begitu saja. Tidak ada yang menarik. Sebaliknya, justru minder dan iri ketika berhadapan dan berinteraksi dengan orang lain. Minder itu hanya perasaan kita saja. Secara tidak sadar perasaan itu memperburuk suasana hati, seolah semua yang ada di depan kita lebih baik, lebih mulia, lebih tinggi derajatnya, dan lebih lainnya. Semakin lama memendam rasa itu semakin tak nyaman. Semua yang dilakukan seolah tak bernilai. Ibu rumah tangga itu pekerjaan yang mulia. Hargai diri sendiri. Kalau bukan kita yang berusaha menghargai, apa mungkin meminta orang lain saja. Dududu... justru dengan menghargai diri sendiri, ada perasaan nyaman karena bisa menerima apapun keadaan diri. Apapun kekurangan dan kelebihannya. Selanjutnya fokus untuk memaksimalkan kemampuan. Karena disitulah kita bisa berkesempatan untuk menambah penghasilan. Kursus untuk ibu rumah tangga, update your skill! Menjadi ibu rumah tangga bukan berarti harus terpenjara di rumah baik secara fisik maupun mental. Ibu rumah tangga sama sepeti wanita lain, memiliki kebebasan. Cuma tiap rumah tangga itu memiliki gaya menikmati kebebasannya berbeda. Tinggal bagaimana menyikapinya. Misalnya suami tidak suka A, B, C, D...dst. Kita diskusikan bagaimana baiknya, bagaimana porsi rumah tangga, pekerjaan, sosial, hingga urusan diri sendiri. Jangan ada jurang yang memisahkan hubungan suami istri meski itu masalah sepele. Karena dukungan suami itu sangat berarti untuk kelangsungan hidup istri. Demikian juga sebaliknya. Menjadi ibu rumah tangga tetap bisa berkarya. Iya, meski pakai daster dan di rumah saja. Untuk bisa berkarya bahkan bermanfaat buat diri sendiri, keluarga maupun masyarakat, ada baiknya kita melihat sisi-sisi manis kemampuan diri lalu tingkatkan. Caranya cukup mudah. Ibu rumah tangga bisa mengupgrade skill dengan mengikuti kursus baik secara free maupun berbayar. Ikut komunitas sesuai dengan hobi membuat skill kita lebih baik. Misalnya hobi memasak, bisa bergabung dengan komunitas-komunitas memasak yang biasanya ada sharing tips, resep memasak, dsb, bahkan secara tidak langsung seperti ikut kursus juga. Atau yang memiliki hobi menulis, manfaatkan networking untuk mencari kelas menulis gratis Jika ingin belajar lebih baik, ibu rumah tangga bisa memilih kursus berbayar. Disesuaikan saja dengan budget dan target kita untuk hobi saja atau jelas-jelas untuk mencari tambahan penghasilan. Saat ini banyak sekali kursus baik offline maupun online untuk mengasah skill kita. Beberapa kursus berikut ini cocok diikuti oleh ibu rumah tangga. Meski dari rumah saja, cuan tetap mengalir. Bagaimana? Menarik bukan! 10 macam kursus untuk ibu rumah tangga demi menambah penghasilan 1. Memasak Saat ini kursus memasak bukan saja dilakukan secara offline atau tatap muka, namun juga secara online. Teknologi semakin mempermudah semuanya. Ibu rumah tangga tidak perlu ragu ataupun bingung karena dimanapun berada selama ada jaringan internet yang lancar, skill memasak tetap terasah. Selanjutnya bukan saja bisa memasak untuk keluarga namun juga untuk dijual. 2. Menjahit Punya hobi menjahit, tapi begitu-begitu saja? Coba deh ikut kursus menjahit untuk mengupdate skill. Karena ilmu menjahit itu luas. Selain untuk dipakai sendiri juga untuk menambah penghasilan keluarga. 3. Make up Kursus make up bisa dimulai dari basic untuk acara sehari-hari hingga acara penting seperti wisuda, lamaran, pernikahan, dsb. Dengan kursus yang sesuai passion, kita lebih menikmati prosesnya. Selanjutnya ketika skill sudah meningkat kita bisa menerima klien. 4. Craft Kursus craft selain untuk diri sendiri, juga bisa menajdi lahan pekerjaan. Misalnya dengan mengikuti kursus decoupage dari mulai basic hingga lanjutan membuat kita semakin mahir membuat kerajinan satu ini. Selain untuk hiasan rumah, kita bisa menjualnya. 5. Menulis Kursus menulis bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan menulis hingga tembus ke penerbit dan media online. Jasa content writer tidak lekang oleh waktu. Menulis merupakan hobi yang menyenangkan selain bisa mencurahkan pikiran juga karena banyak peminat brand, agency yang melirik jasa penulisan. Jadi, masih setiap menulis status di media sosial? Bagaimana kalau menulis status saja bisa closing! Asyik bukan! 6. Fotografi Fotogafi tidak melulu berpegang pada kamera. Dengan smartphone saja, kita bisa menghasilkan foto-foto yang bagus. Dengan menguasai teknik fotografi, kita bisa mendapatkan peluang untuk memotret produk dan pekerjaan lain yang membutuhkan seorang fotografer. 7. Bisnis online Banyak ibu rumah tangga yang terjun di bisnis online. Karena waktu yang fleksibel dan bisa dilakukan dirumah atau dimana saja. Bisnispun tetap berjalan dan menghasilkan rupiah. Nah, dengan mengikuti kursus, kita berharap bisnis lebih baik lagi. 8. Design grafis Design grafis membuat informasi, pesan menjadi lebih menarik, efektif dan lebih nyaman karena disajikan dengan gambar. Design grafis dibutuhkan hampir di semua lini kehidupan. Lapangan pekerjaan ini terbuka luas dan bisa dilakukan di kantor maupun rumah. So, ibu rumah tangga yang memiliki skill ini bisa menjadi freelancer. 9. Mengemudi Memiliki kemampuan mengemudi dengan baik itu sebuah keistimewaan. Karena kita bisa melakukan perjalanan tanpa merepotkan orang lain misalnya suami. Bisa untuk mendukung pekerjaan. Misalnya bisnis kuliner membutuhkan pengemudi untuk mengantarkan pesanan. Jika skala bisnis masih kecil, lebih baik tidak menyewa jasa pengemudi. Cukup dilakukan sendiri untuk menghemat biaya produksi. 10. Bahasa Ada banyak kursus bahasa yang bisa kita ikuti. Contohnya kursus bahasa Inggris, Perancis, Arab, Jepang, China bahkan Korea. Jika rajin mengikuti kursus akan baik untuk menambah ilmu. Contohnya seorang freelancer penerjemah dan blogger. Kursus bahasa akan mendukung pekerjaan. Menjadi ibu rumah tangga bukan berarti karir, ilmu, skill dan networking berhenti. Selama kita bisa memanfaatkan situasi dan kesempatan dengan baik, saya percaya selalu ada solusi untuk meningkatkan kemampuan diri. Kita bisa memilih salah satu atau beberapa rekomendasi 10 macam kursus untuk ibu rumah tangga. Dengan kursus, ilmu maupun skill akan meningkat sehingga banyak kesempatan terbuka untuk ibu rumah tangga yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan. Yuk! ^_^

pelatihan untuk ibu rumah tangga